Selasa, 02 Juli 2013

Angka Kelahiran di Indonesia Setara Penduduk Singapura

Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

PALEMBANG - Perkembangan jumlah penduduk di Indonesia terus meningkat. Berdasarkan sensus yang dilakukan pada 2010, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mencatat penduduk Indonesia 237,6 juta, dengan laju pertumbuhan penduduk 1,49. Sementara pada 2012, penduduk Indonesia sudah mencapai 245 juta jiwa.
 
Melihat lonjakan yang mencapai 8 juta jiwa tersebut, Deputi Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi BKKBN Hardiyanto mengatakan bahwa angka tersebut terbilang cukup besar. Terlebih tiap tahunnya tercatat sebanyak 3,5 sampai 4 juta bayi dilahirkan. Angka tersebut seperti jumlah penduduk di Singapura. Jika diibaratkan setiap tahun Indonesia membentuk negara Singapura.

 
"Artinya jumlah 3,5 sampai 4 juta itu tiap tahun kita impor dari Singapura. Jadi setiap tahun kita membentuk negara Singapura," ujar Hardiyanto di Hotel Jayakarta, Palembang, Rabu (12/12/2012).
 
Angka kelahiran yang cukup besar tersebut, lanjut dia, tak diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang diharapkan. Seperti contohnya, pendidikan yang tidak tinggi, gizi yang kurang mencukupi, dan kesehatan yang minim. Akibatnya, SDM tersebut menjadi tak berkualitas bagi modal pembangunan, namun sebaliknya menjadi beban pembangunan.
 
"Oleh karena itu, ke depan kita terus menekan laju pertumbuhan penduduk, kalau tidak nanti kita akan menjadi negara yang besar penduduknya tapi tidak berkualitas," tuturnya.
 
Menurutnya, sekuat apapun berupaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi tak akan ada artinya jika jumlah penduduk tak dikendalikan. Pertumbuhan ekonomi itu hanya akan dimakan oleh manusia saja namun tidak bisa melakukan investasi. Oleh karenanya, ke depan BKKBN akan terus meyakinkan masyarakat Indonesia untuk mengatur jumlah dan jarak kelahiranya.
 
Untuk menjalankan misinya tersebut, dia mengatakan bahwa BKKBN tidak bisa bekerja sendiri, namun melakukan kerjasama atau bermitra dengan lembaga lain seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI). Hal itu karena, masyarakat Indonesia mayoritas muslim.
 
"Kita bermitra dengan MUI untuk meyakinkan tokoh agama dan tokoh masyarakat agar supaya sadar untuk mengatur jumlah keturunan. Juga untuk agama lain, karena tiap agama punya fatwa, bagaimana membentuk keluarga yang sejahtera ke depan," paparnya.

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Diberdayakan oleh Blogger.
Black Moustache
 

Blog Template by YummyLolly.com